Rektor Miskin yang Dibully

Agus Sallangan

(Mahasiswa Doktor, Program Pascasarjana UMPAR)

Opini, inspirasimu.net — Drs. Yunus Busa, M.Si. beberapa hari terakhir ini menjadi trending topic di media sosial dan media online. Betapa tidak, Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) tersebut menerima beasiswa riset atas penyelesaian studi doktoralnya pada Program Studi Administrasi Publik, Universitas Negeri Makassar (UNM). Tema penelitian yang diangkat adalah Kebijakan Pengelolaan Zakat Berbasis Mengentasan Kemiskinan di Kabupaten Enrekang.

Dana riset yang diterima Rektor UNIMEN kemudian berpolemik di kalangan masyarakat, khususnya di Kabupaten Enrekang karena dianggap sesuatu yang tabu dan tidak lazim. Atas kejadian tersebut beragam tanggapan dan komentar negatif pun muncul di ruang publik, salah satunya melalui media sosial Facebook (FB). Sedikit dikutip dari tanggapan nitizen di FB.

Akun FB Rahmawati Karim menulis “sebagai rektor pedomanilah nilai anti koruspsi, dana zakat ini tidak pantas mengalir ke pejabat publik seperti Rektor Unimen Bapak Yunus Busa…”. Akun FB Magenta Fotografi menulis “sudah baca, sudah simak dan sudah paham, saya kaget Rektor Unimen mendapat bantuan dari dana zakat, apa tidak malu sama mahasiswa yang kurang mampu”. Selanjutnya akun FB Darussalam Konzelink bahkan menulis surat terbuka untuk Baznas Kabupaten Enrekang dengan mengutip berita dari akun FB Enrekang Dekat yang mencantumkan nama Yunus Busa sebagai penerima bantuan.

Riak dan gejolak tidak hanya memenuhi media sosial, bahkan sampai pada protes langsung yang dilakukan oleh beberapa oknum dengan menyampaikan aspirasi terbuka melalui demonstrasi di depan kantor Baznas Enrekang dan DPRD Enrekang (Selasa, 6/7/21). Mereka menyampaikan aspirasi dan menentang kebijakan Baznas Enrekang yang memberikan dana riset kepada Rektor UNIMEN. Pada sisi yang lain, Bupati Enrekang turut memberikan tanggapan dengan menyarankan agar bantuan yang dialamatkan kepada Rektor UNIMEN dikembalikan dengan alasan tidak etis.

Atas kejadian tersebut, ada sejumlah pandangan masyarakat yang perlu diluruskan sehingga kejadian seperti ini tidak menjadi mispersepsi. Pertama, jabatan Rektor dalam benak publik mestilah didudukkan pada konteks yang tepat. Membayangkan Rektor UNIMEN dalam posisi sama dengan rektor-rektor Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta lain yang sudah mapan sebagaimana persepsi publik di media sosial perlulah dikoreksi. UNIMEN merupakan perguruan tinggi yang baru berdiri satu tahun lalu, pasca berubah bentuk dari STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta yang baru, tentulah UNIMEN masih melakukan rentetan pembenahan internal yang sangat padat dan kompleks, sehingga manajemen keuangan pun belum mampu memberikan penghasilan yang layak kepada pimpinan, dosen dan karyawan. Jika pun ada honor atau tunjangan sebagai Rektor, tentu tidak seberapa, itupun pada akhirnya habis juga untuk operasional mengurus kampus baru ini. Dari sini dapat dipahami bahwa jabatan Rektor tidak selalu berbanding lurus dengan prestise finansial yang mapan.

Sekiranya publik dapat melihat, bahwa saat ini Yunus Busa yang sedang berjuang merampungkan studi Disertasinya yang membutuhkan dana yang tidak sedikit tentulah publik tidak seganas ini menyampaikan bully dan menilai negatif terhadap beliau. Saat ini, tidak tepat lagi bahwa yang mampu sekolah sampai ke jenjang doktoral hanyalah orang-orang kaya, sebab sudah banyak terjadi orang miskin mampu menyelesaikan studi sampai jenjang Doktor, dengan mengandalkan sponsor melalui program beasiswa, baik untuk pembiayaan pendidikan maupun biaya risetnya.

Kedua, persepsi publik yang menganggap bahwa dana zakat hanya bagi orang fakir dan miskin harus dikonfirmasi kepada sumber hukum dasarnya, yakni Al Qur`an. Dalam kitab suci Al Qur`an khususnya dalam Surah At Taubah ayat 60 dijelaskan tentang golongan (asnaf) yang berhak mendapatkan zakat. Dalam surah tersebut disebutkan 8 (delapan) asnaf mustahik, yaitu; orang fakir, miskin, amil zakat, muallaf, hamba sahaya, orang yang berhutang (gharimin), orang yang berjuang dijalan Allah (fisabilillah) dan orang yang sedang dalam perjalanan.

Memperjuangkan fukara dan masakin boleh dilakukan tetapi  tidak boleh mengesampingkan asnaf yang lain seperti fisabilillah yang menjadi pintu masuk bagi para pejuang Allah melalui ilmu pengetahuan. Menyepelekan asnaf lainnya merupakan bentuk kezaliman. Delapan 8 asnaf yang berhak menerima zakat mestilah mendapatkan ruang secara proporsional.

Ketiga, pemberian bantuan terhadap riset-riset terkait zakat perlu menjadi perhatian khusus bagi Baznas Enrekang, sebab aktivitas riset akan memberikan manfaat ganda, tidak hanya membantu para peneliti semata, namun sebaliknya hasil penelitiannya dapat digunakan untuk pengembangan Baznas ke depan.

Pada kasus bantuan riset untuk Rektor UNIMEN, kalaulah tidak masuk asnaf fakir dan miskin, namun perlu juga mempertimbangkan pada asnaf yang lain. Cara pandang yang komprehensif perlu ditumbuhkan dalam menilai setiap permasalahan, sehingga tidak terjebak dalam pandangan yang sifatnya parsial atau mata tunggal yang kemudian menjadi ruang munculnya mispersepsi.

Keempat, program Baznas terkait pemberian bantuan terhadap para peneliti tentang zakat  adalah program yang linier dari Baznas Pusat, Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten, sehingga dari aspek regulasi, kebangsaan dan paham keagamaan tidaklah bermasalah, meskipun mungkin terjadi perdebatan  ulama dalam hal penuntut ilmu itu digolongkan dalam asnaf yang mana. Wallahu `Alam

Note: Penulis adalah Sarjana Agama IAIN Alaudin Ujung Pandang (S.Ag). Alumni Administrasi Publik (S2) Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (M.AP), dan saat ini sedang menempuh Studi Doktoral (S3) di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Parepare, konsentrasi Pendidikan Agama Islam.

Like and Share

Inet Parepare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Penggunaan Dana Zakat Terikat pada 8 Ashnaf

Thu Jul 8 , 2021
Irfan Sira (Alumni S1 PAI UMPAR, UPZ Kecamatan Buntu Batu) Opini, inspirasimu.net — Beberapa hari ini warga Massenrempulu telah dihebohkan oleh pemberitaan di media sosial dan media online yang terkait dengan penyaluran dana zakat yang […]