Penggunaan Dana Zakat Terikat pada 8 Ashnaf

Irfan Sira

(Alumni S1 PAI UMPAR, UPZ Kecamatan Buntu Batu)

Opini, inspirasimu.net — Beberapa hari ini warga Massenrempulu telah dihebohkan oleh pemberitaan di media sosial dan media online yang terkait dengan penyaluran dana zakat yang diberikan oleh Baznas Kabupaten Enrekang kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Drs. Yunus Busa, M.Si. melalui beasiswa riset untuk penyusunan penelitian disertasi pada Program Doktoral di Universitas Negeri Makassar.

Atas kejadian tersebut, pro-kotra pun bermunculan, sehingga Penulis merasa perlu untuk berbagi referensi tentang manajemen Zakat dan pengalaman diklat yang pernah penulis ikuti terkait dengan manajemen zakat.

Secara substansi penggunaan dana zakat batasannya terikat pada 8 ashnaf (golongan) sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Dalam kitab suci Al Qur`an khususnya dalam Surah at Taubah ayat 60 dijelaskan tentang golongan (ashnaf) yang berhak mendapatkan zakat.

Dalam surah tersebut disebutkan 8 (delapan) ashnaf mustahik, yaitu; fakir, miskin, amil zakat, muallaf, hamba sahaya (riqaab), orang yang berhutang (gharimin), orang yang berjuang dijalan Allah (fisabilillah) dan orang yang sedang dalam perjalanan atau ibnu sabil.

Dari keterangan dalam Surah at Taubah tersebut dapat dipahami bahwa langkah Baznas Kabupaten Enrekang yang memberikan bantuan biaya penelitian disertasi kepada Rektor UNIMEN, tidaklah melanggar aturan karena termasuk dalam kategori fisabilillah.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin Al-Mahalili dan Imam Jalaluddin As-Suyuti dalam Buku Tafsir Jalalain mengatakan bahwa fisabilillah artinya untuk jalan Allah yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Allah, tanpa ada yang membayarnya, sekalipun mereka orang-orang yang berkecukupan.

Adapun para mufassir seperti al-Maraghi dan Buya Hamka memaknai fisabilillah meliputi semua jenis kebaikan, ketaatan dan memasukkan semua jenis kegiatan sosial, termasuk dalam hal ini menuntut ilmu yang bermanfaat. Sehingga dari pendapat ini dapat dipahami bahwa bantuan riset untuk penyelesaian studi Rektor UNIMEN masuk dalam ashnaf fisabilillah.

Bahkan jika ditelisik lebih dalam, sesungguhnya Rektor UNIMEN juga masuk dalam kategori gharimiin atau orang yang berhutang karena Rektor ternyata juga sering meminjam uang untuk kebutuhan kuliah bagi anak-anaknya. Dalam kehidupan sehari-hari pun nampak biasa-biasa dan sederhana, jauh dari kesan pejabat publik yang hidup mapan, dan serba berkecukupan. Kendaraan yang digunakan pun merupakan mobil dinas milik UNIMEN. Dari sini menjadi bukti bahwa tidak selamanya seorang Rektor pasti berpenghasilan besar dan kaya raya.

Walau bantuan riset yang ditujukan kepada Rektor UNIMEN tidak melanggar syariah dan regulasi namun dengan adanya pro-kontra yang terjadi akhirnya Rektor pun mengembalikan dana riset yang jumlahnya 10 juta tersebut ke kas Baznas Kabupaten Enrekang. Pengembalian ini merupakan wujud kebesaran hati seorang Rektor sekaligus memberi pelajaran bahwa terkadang sesuatu yang menjadi hak kita harus direlakan demi kebaikan bersama.

Apa yang di alami oleh Baznas Kabupaten Enrekang sebenarnya pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW, itulah sebabnya turunlah Surah Al Hujurat ayat 6 yang ditujukan kepada Walid bin ‘Uqbah sebagai asbabun nuzul ayat tersebut yang menuduh amil zakat pada masa itu.

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”.

Jika ada masyarakat Kabupaten Enrekang yang menganggap Baznas Kabupaten Enrekang tidak adil dan tidak transparan dalam pengelolaan zakat, infaq dan sedekah yang dihimpun oleh Baznas, itu dikarenakan mereka belum paham kerja-kerja Baznas Kabupaten Enrekang selama ini. Salah satu program unggulan dan utama Baznas adalah pemberian Santunan Langsung Tunai (SLT) kepada fakir miskin yang jumlahnya 10 orang pada setiap Desa dan Kelurahan se Kabupaten Enrekang.

Dalam hal pengelolaan keuangan, Baznas Kabupaten Enrekang sudah tiga tahun berturut-turut mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP). Bahkan terkadang Polres Enrekang dalam memeriksa dan memastikan ketepatan penyaluran dana Zakat, Infaq dan Shadaqah yang di kelola oleh Baznas Kabupaten Enrekang, pihak Polres Enrekang mendatangi dan bertanya langsung kepada para mustahiq (penerima Zakat, infaq dan shadaqah). Wallahu `alam

Like and Share

Inet Parepare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf akan Hadir di UNIMEN

Thu Jul 8 , 2021
Enrekang, inspirasimu.net — Program Studi (Prodi) Manajemen Zakat dan Wakaf akan di buka Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) dalam waktu dekat ini. Insya Allah bersamaan dengan dibukanya Fakultas Agama Islam. Sejauh ini sudah tahap menunggu rekomendasi […]