Operasi Yustisi Gencar Di Parepare, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes Covid-19

Parepare – Tim Gugus Penanganan Covid-19 kota Parepare gencar melakukan operasi penegakan Perwali Nomor 31 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2020.

Melalui salah satu petugas, IPTU Muhammad Amin mengatakan “ Kegiatan ini terus dilakukan setiap hari, Masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan di luar rumah akan di berikan sanksi maupun tindakan sosial apalagi menjelang libur tahun baru ini, ” Ujarnya.

Diketahui Operasi yustisi ini di gelar oleh satgas pencegahan Covid-19 tanpa ada batas waktu. ” Kita berusaha menekan penyebaran Covid-19 dan masih ada sebagian kecil masyarakat yang tidak memperhatikan penerapan protokol kesehatan, ” Pungkasnya

Video Petugas Bentak Pedagang; Taufan Pawe Minta Maaf

Menyusul beredarnya video tindakan berlebihan dari petugas kepada  pedagang kaki lima saat operasi penerapan Perwali terkait jam malam, Orang nomor satu di kota Parepare akhirnya angkat bicara.

“Kami memohon maaf atas tindakan oknum petugas dan camat yang tidak memberikan rasa nyaman kepada para pedagang. Penegakan dan edukasi perwali tersebut sudah seharusnya dilakukan dengan cara yang humanis dan mengedepankan kemanusiaan. Atas tindakan ini, izinkam kami memberikan evaluasi dan tindak tegas kepada petugas tersebut,” kata Taufan Pawe yang diunggah melalui laman pribadinya (27/12/2020).

Menurut Taufan, saat ini dalam kondisi yang tak menentu, disaat kesehatan turun, angka kasus positif covid 19 yang meningkat.

“Kitapun harus tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Situasi yg tarik menarik, namun kami masih optimis, berupaya menemukan porsi yang pas terhadap keduanya agar dapat seimbang. Kesehatan dapat pulih dan ekonomi dapat bangkit,” sambungnya.

“Pemberlakuan jam malam ini bertujuan untuk mengurangi keramaian yang terjadi di malam hari hingga menjelang malam tahun baru, hanya hingga malam tahun baru selesai. Setelah itu, tdk ada lagi pembatasan hingga jam 8. Keputusan ini memang sangat berat, namun kami mohon maklum adanya krn untuk kebaikan bersama”.

“Akhir kata, kami memohon maaf atas segala tindakan yang kurang berkenan. Mari kita bekerja bersama dalam membawa kemaslahatan bagi Kota Parepare,” Tulis Taufan Pawe.

Like and Share

inet.parepare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Bahas Program Literasi, IMM Parepare Gandeng Legislator Sulsel Irfan AB

Sun Dec 27 , 2020
Parepare – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melalui kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) kembali menghadirkan narasumber berlatar belakang legislator, Irfan AB pada Ahad, 28 Desember 2020 di kampus Universitas Muhammadiyah Parepare. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua […]