Jelang Pilkada, Penyelenggara Dihimbau Tidak Nongkrong di Cafe. Ini Alasannya

inspirasimu.net – Menjelang waktu pemilihan kepala daerah, seluruh penyelenggara pemilu diingatkan untuk menghindari aktivitas nongkrong di warung kopi dan kafe. Hal tersebut setidaknya untuk dipatuhi hingga waktu pelantikan calon kepala daerah terpilih.

Jelang Pemilihan Kepala Daerah, Penyelenggara Pilkada Diimbau Tidak Nongkrong di Kafe dan Warkop. Ini Alasannya

Imbauan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof Muhammad, saat kunjungannya ke Gorontalo. “Ini imbauan resmi DKPP untuk tidak dulu ke warung kopi sampai dengan selesai Pilkada,” ujarnya, dikutip Liputan6.com, Rabu (18/11/2020).

Muhammad beralasan, warung kopi maupun kafe kerap menjadi tempat yang dipilih tim sukses maupun relawan pasangan calon untuk bertemu dan membahas rencana politik mereka. Karenanya jika sampai penyelenggara pemilu kedapatan berada di tempat yang sama, maka dikhawatirkan integritas penyelenggara akan buruk di mata masyarakat.

Meski pun pada kenyataannya tidak ada hal negatif yang dibicarakan, namun apabila publik melihat adanya kebersamaan atau kedekatan antara penyelenggara dengan peserta Pilkada, maka bisa menimbulkan keraguan bagi publik.

“Akan muncul pertanyaan. Itu siapa? Oh Panwas. Itu siapa? PPK. Itu siapa? Paslon. Akhirnya kepercayaan publik menjadi berkurang,” ujar Muhammad.

Untuk itu, Muhammad mengharapkan, agar penyelenggara pemilu yang dibentuk untuk tujuan khusus atau ad hoc dapat menghindari kegiatan berkumpul atau nongkrong di warung kopi hingga selesainya pelaksanaan Pilkada.

“Saya titip kepada Pak Sekretaris di setiap kabupaten dan kota hingga kecamatan, supaya kopinya disediakan di kantor saja,” ujarnya menandaskan.

SUMBER

Like and Share

inet.parepare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Opini: Muhamadiyah Dan PAN

Fri Nov 20 , 2020
MUHAMMADIYAH tidak berpolitik (praktis). “Kiat” itu sudah ditancapkan sejak awal pendiriannya. Dalam konsistensinya seakan membiarkan keberlangsungan hiruk-pikuk perebutaan kekuasaan dan maraknya korupsi yang seolah tak lagi menjadi tabu nasional, ia justru menyibukkan diri mengurusi jama’ahnya […]
Persyarikatan Muhammadiyah