Infrastruktur Geopark Maros – Pangkep Mulai Dibangun

Maros – Setelah diusulkan bergabung dengan Global Geopark UNESCO pada Agustus lalu, sejumlah infrastruktur pendukung di kawasan Geopark Maros-Pangkep mulai dibangun. Badan Pengelola Geopark Maros-Pangkep melaporkan pembangun tersebut merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulsel.

General Manager Geopark Maros-Pangkep Dedy Irfan mengungkapkan infrastruktur pendukung tersebut yakni pembangunan toilet dan jalan menuju Geopark Maros-Pangkep. Rencananya, kawasan itu juga akan dikunjungi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO pada Juli 2021 mendatang.

“Dukungan dari Gubernur Sulsel ini tentu akan sangat menunjang. Apalagi Geopark Maros-Pangkep menjadi salah satu dari dua kandidat yang dipilih oleh Pemerintah RI untuk dikirim ke UNESCO,” ungkap Dedy, Rabu (19/1/2021).

Dedy menambahkan, satu kandidat lainnya berasal dari Pulau Jawa yakni Geopark Ijen Bondowoso. Dukungan uang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulsel kata dia sejalan dengan misi Gubernur Sulsel yakni menciptakan pariwisata bertaraf internasional.

Menurut Dedy Irfan, selain dukungan dari Gubernur Sulsel, dukungan lain juga datang dari Dinas Pariwisata Sulsel. Di mana selama ini banyak membantu Geopark Maros-Pangkep sampai menuju UNESCO.

“Ini dukunhan lintas sektor uang luar biasa. Jadi, Pak Gubernur mengajak semuanya untuk bersinergi semua OPD terkait. Baik itu melalui akses jalan kemudian lintasan yang ada di dalam kawasan untuk ditingkatkan, sebelum kedatangan asesor pada Juli mendatang,” terangnya.

Dedy menjelaskan, seluruh pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan Geopark Maros-Pangkep harus selesai sebelum Juli 2021. Sebab kesiapan menjadi salah satu poin dalam menyambut tim asesor dari UNESCO.

Geopark Maros-Pangkep sendiri mulai diinisiasi sejak 2015 silam dan ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh pemerintah pusat pada November 2017 lalu. Kemudian, ditetapkan oleh Gubernur melalui Surat Keputusan (SK) Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep.

“Sebelum Juli 2021, sudah harus selesai semuanya. Kita akan persiapkan tempat-tempat yang akan dikunjungi oleh tim asesor. Mereka juga akan dibawa ke kawasan wisata Pucak Maros, dan beberapa tempat lainnya,” ungkap Dedy. (*)

Like and Share

inet.parepare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

LAZISMU Dan MDMC Enrekang Berangkat Ke Mamuju

Sat Jan 23 , 2021
Acara pelepasan LAZISMU dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Enrekang, yang dilaksanakan di halaman masjid Taqwa Muhammadiyah Enrekang, dalam misi kemanusiaan bantuan bencana alam (gempa) Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, Sabtu 23/01/2021. Wakil koordinator MDMC […]